Kebijakan Baru FIFA untuk Harga Tiket Piala Dunia 2026
FIFA kembali menjadi sorotan setelah merilis tiket baru senilai £45 atau sekitar $60 untuk Piala Dunia 2026. Selain itu, kebijakan ini muncul setelah gelombang kritik tajam terkait harga tiket yang dinilai terlalu mahal. Oleh karena itu, FIFA menilai langkah ini sebagai upaya mendengar suara publik. Bahkan, pejabat FIFA menyebut keputusan tersebut lahir secara bulat dan kolektif.
Namun demikian, tiket murah ini tidak tersedia bebas. FIFA hanya mengalokasikannya untuk pendukung loyal dari negara yang lolos kualifikasi. Selain itu, jumlahnya juga terbatas. Setiap asosiasi sepak bola nasional hanya memperoleh 10% kuota tiket dalam kategori supporter entry tier. Dengan kata lain, kebijakan ini memberi peluang, tetapi tetap menyisakan tantangan besar bagi penggemar.
Alokasi Tiket Murah dan Dampaknya bagi Pendukung
Untuk negara seperti Inggris dan Skotlandia, kebijakan ini berarti hanya sekitar 400 tiket per laga grup yang dijual dengan harga £45. Selanjutnya, FA Inggris menyambut baik langkah ini. Mereka menilai setengah dari total alokasi kini berada pada kisaran harga lebih masuk akal.
Meski begitu, permintaan tiket tetap sangat tinggi. FIFA mencatat lebih dari 20 juta permintaan dalam fase terbaru. Oleh sebab itu, asosiasi nasional harus bekerja keras menyusun mekanisme seleksi adil. Bahkan, FA Inggris menghadapi dilema karena jumlah pendukung setia jauh lebih banyak dibanding tiket murah tersedia.
Komposisi Kategori Harga Tiket Piala Dunia 2026
| Kategori Tiket | Persentase Alokasi | Kisaran Harga |
|---|---|---|
| Supporter Entry Tier | 10% | £45 |
| Supporter Value Tier | 40% | Menengah |
| Supporter Standard Tier | 25% | Tinggi |
| Supporter Premier Tier | 25% | Sangat Tinggi |
Tabel ini menunjukkan bahwa tiket murah masih minoritas. Walaupun demikian, FIFA menegaskan bahwa 50% alokasi kini berada di kategori paling terjangkau.
Kritik Keras dari Organisasi Suporter
Di sisi lain, Football Supporters’ Association (FSA) menilai kebijakan ini sebagai “hollow gesture”. Menurut ketuanya, Tom Greatrex, tiket murah hanya menguntungkan segelintir orang. Selain itu, mayoritas pendukung tetap tidak mampu mengikuti timnya hingga final.
Sebelumnya, FSA menghitung biaya lebih dari £5.000 untuk mengikuti Inggris sampai laga puncak. Bahkan, harga tiket final mencapai £3.119, tujuh kali lipat dibanding Piala Dunia 2022 Qatar. Oleh karena itu, kritik menilai FIFA tetap meminggirkan suporter sejati.
Pandangan Berbeda dari FIFA dan FA
Sebaliknya, FIFA menekankan bahwa Piala Dunia 2026 bersifat unik. Turnamen ini berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pasar Amerika memungkinkan resale tiket legal, sehingga harga melonjak.
Selain itu, FIFA mengklaim kesuksesan komersial akan mendukung 211 asosiasi anggota, termasuk negara berkembang. Sementara itu, pejabat FA Inggris secara internal melihat kebijakan ini sebagai langkah awal yang positif. Mereka kini fokus menentukan kriteria loyalitas pendukung secara transparan.
Harga Tiket Lama dan Lonjakan Biaya
Jika dibandingkan, harga tiket Qatar 2022 masih lebih rendah. Saat itu, tiket fase grup berkisar £68 hingga £219. Namun, untuk 2026, harga laga grup tertentu bisa mencapai £523. Bahkan, tiket semifinal menyentuh £2.363.
Lebih lanjut, tidak ada diskon anak atau penyandang disabilitas. Oleh karena itu, Football Supporters Europe (FSE) mendesak FIFA membuka dialog lebih luas. Mereka juga menyoroti hak pendukung disabilitas yang belum mendapat kejelasan.
Antara Harapan dan Kekecewaan Suporter
Pada akhirnya, kebijakan tiket £45 memicu dua reaksi berbeda. Sebagian pihak melihatnya sebagai langkah ke arah benar. Namun, banyak pendukung menganggapnya tidak cukup signifikan.
Walaupun tekanan publik berhasil memicu perubahan, mayoritas tiket tetap mahal. Dengan demikian, tantangan FIFA kini bukan sekadar harga. FIFA harus menjaga atmosfer, inklusivitas, dan keterlibatan suporter sejati. Tanpa itu, Piala Dunia 2026 berisiko kehilangan ruh yang membuat sepak bola begitu istimewa.